Format

Sistem gugur: agregat, perpanjangan, dan adu penalti

Saat skor imbang di fase gugur, ada urutan penentu yang jelas. Pahami cara menghitung agregat sampai adu penalti.

JalaliveDiperbarui 1 menit baca

Fase gugur berbeda dari liga karena harus ada pemenang. Format yang dipakai bergantung pada apakah babak itu dimainkan satu laga atau dua laga kandang-tandang. Berikut urutan dasarnya.

Satu laga

Jika skor imbang setelah 90 menit plus waktu tambahan, kompetisi biasanya menambah perpanjangan waktu dua babak, masing-masing lima belas menit. Aturan ini berlaku sama untuk kedua tim, sehingga siapa pun yang lolos sudah melewati ujian fisik yang setara. Bila masih imbang, pemenang ditentukan lewat adu penalti.

Dua laga

Di format ini, yang dibandingkan adalah agregat gol, yaitu total gol di kedua pertandingan. Tim dengan jumlah lebih banyak lolos. Jika agregat sama, aturan kompetisi menentukan langkah berikutnya, entah perpanjangan waktu atau langsung adu penalti.

Adu penalti

Setiap tim menendang lima kali secara bergantian. Jika masih sama, berlanjut satu lawan satu sampai ada selisih. Mekanismenya berbeda dari penalti dalam permainan karena gol tidak dihitung ke skor laga.

Dampak ke strategi

Tim yang unggul agregat cenderung menjaga bola dan mengurangi risiko. Tim yang tertinggal harus berani maju, sehingga laga kedua sering lebih terbuka. Pelatih juga menyiapkan penendang sebelum perpanjangan waktu berakhir.

Untuk format liga musiman, lanjutkan ke cara kerja promosi dan degradasi.

Ikuti berita sepak bola lainnya di Jalalive.

Tanya jawab singkat

Berapa menit satu babak perpanjangan waktu?

Lima belas menit per babak, dan perpanjangan terdiri atas dua babak.